“Mungkinkah dia secara unik telah dipersiapkan untuk peran ini dan bahwa, sehebat paruh pertamanya, dampak terbesarnya dan petualangan paling menyenangkan masih ada di masa depan?”
Sepanjang perjalanan Halftime-nya, Paula Dumas harus menegosiasikan kembali batasan, pilihan karir, dan keseimbangan kehidupan-kerja (work-life balance). Kisahnya paling relevan bagi mereka yang berjuang untuk memberikan tongkat estafet pada ambisi-ambisi karir mereka. Akhirnya, Paula menemukan pekerjaan yang paling memuaskan yaitu melayani Allah dan keluarganya. Hari ini, Paula menggunakan keterampilan kariernya untuk melayani Allah dalam pelayanan yang berbeda, melakukan yang terbaik, dan menjalani kehidupan yang saleh dan memberikan inspirasi.
Maukah Anda membiarkan paruh kedua Anda menjadi waktu yang terbaik dalam hidup Anda?