Menu Close

ARTIKEL 37:


Ketika untuk pertama kalinya Scott Boyer membaca Halftime, Halftime adalah resepnya untuk kehidupan yang lebih baik. Dengan berbekal hati yang tertuju kepada orang-orang di seluruh dunia yang tanpa akses ke pelayanan medis, Scott mendirikan yayasan Rest of World (ROW) pada tahun 2015. Saat ini, dia berupaya agar dunia mempunyai standar perawatan epilepsi yang sama untuk semua orang, di sepanjang waktu, di seluruh dunia.

Scott mengambil langkah iman, didorong oleh Coach Halftime-nya, rekan Halftimer-nya, dan kasihnya yang dalam bagi Kristus dan dunia-Nya.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang akan Anda lakukan dengan Halftime Anda?

Inilah Kisah Halftime Saya: Scott Boyer

Resep Baru untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Setelah hampir 30 tahun bekerja untuk Big Pharma, Scott Boyer sedang bertransisi ke paruh kedua kariernya dengan membangun model bisnis yang unik di industri farmasi. Pengalamannya di Abbott Labs, Bristol-Myers Squibb dan di Ventiv Health telah memberinya pedoman untuk meluncurkan usaha baru untuk meningkatkan kehidupan pasien epilepsi di seluruh dunia.

“Saya tidak berpikir untuk bekerja dengan misi,” kata Scott. “Saya memikirkan jutaan pasien yang kekurangan sumber daya baik keuangan atau hal lainnya, yang dengan mudah dapat diobati dengan obat-obat berbiaya rendah—jika mereka memiliki akses ke sana.”

Perjalanan Scott dimulai satu dekade yang lalu, ketika dia berbagi visinya dengan istrinya, Ruth, yang secara alami bertanya, “Bagaimana kita akan membayar biaya pendidikan perguruan tinggi anak kita beberapa tahun ke depan?” Itu adalah pertanyaan yang cukup signifikan untuk membuat Scott setuju untuk tetap berfokus pada karirnya pada saat itu.

“Suatu hari, saya sedang menganalisis data riset pasar tentang satu obat baru,” kenang Scott. “Pasar-pasar yang makmur dan berkembang berbaris bersama dalam grafik batang. Dan ada satu batang kecil di paling ujung grafik yang menarik perhatian saya. Namanya “ROW”, singkatan dari Rest of World. Dari situlah situlah yayasan ROW mendapatkan namanya.”

Pada saat yang strategis ini, seorang teman baru masuk ke dalam kehidupan Scott. “Bruce adalah seorang pengacara dan mantan CFO dari satu perusahaan keuangan start-up. Jadi saya pikir dia mungkin dapat menambahkan beberapa kebijaksanaan atau kejelasan pada ‘bisikan’, yang telah saya dengar selama beberapa tahun ini tetapi saya tidak punya cukup iman untuk bertindak. Setelah mendengar visi saya, Bruce memperkuat ide saya dan mendorong saya untuk bertindak. Dia percaya bahwa Allah telah mempersiapkan saya selama 28 tahun terakhir untuk menyelesaikan pekerjaan ini, bahwa itu adalah panggilan (calling) saya dan saya harus mengikuti permintaan-Nya.”

“Dia memberikan saya buku Halftime dan berkata ‘kamu perlu membaca ini.’ Saya segera membacanya setelah dia memberikan buku itu kepada saya. Buku itu membantu untuk melihat bahwa ada banyak orang lain seperti saya yang dipanggil Allah ke paruh kedua signifikansi, tetapi kebanyakan tidak yakin bagaimana menindaklanjutinya. Saya menelepon Halftime Institute untuk mengeksplorasi langkah selanjutnya dan segera saja saya menghadiri Acara Peluncuran April 2014 yang dihadiri juga rekan-rekan yang berpikiran sama. Saya memiliki kejelasan atas visi saya, tetapi tidak memiliki keberanian untuk berjalan dalam iman bahwa Allah akan memberikan orang yang tepat dan hikmat untuk panggilan saya ini pada waktu yang tepat. Pengalaman Halftime saya mengubah semuanya itu. Setahun kemudian pada tanggal 20 April, Yayasan ROW meluncurkan One World. One Standard. Indiegogo Crowd funding Campaign.”

Coach Halftime saya, Jim Dean, telah berperan penting selama ini,” tambah Scott. “Dia menghubungkan saya dengan banyak orang dengan keahlian di bidang yang saya butuhkan dan mereka juga menghubungkan saya dengan pakar lain. Bagian coaching dari formula Halftime telah menjadi jauh lebih penting bagi perjalanan saya daripada yang saya duga sebelumnya. Jim terus menjadi salah satu pendukung dan sumber dorongan saya yang terbesar.”

Pengobatan Disertai dengan Satu Misi

“Perusahaan-perusahaan besar yang meneliti dan mengembangkan obat-obatan yang inovatif, yang meningkatkan dan memperpanjang hidup manusia dikenal sebagai Big Pharma,” Scott menjelaskan. “Kita semua membutuhkan Big Pharma, tetapi mereka adalah perusahaan yang berorientasi pada laba, yang harus memfokuskan diri pada bagaimana mereka dapat menghasilkan uang.”

Scott sangat mengenal Big Pharma luar dalam. “Bisnis farmasi didominasi oleh segelintir perusahaan yang menghabiskan miliaran dolar Amerika untuk penelitian, menghabiskan miliaran dolar Amerika untuk pemasaran, dan meraih miliaran dolar Amerika dalam penjualan. Enam dari dua belas perusahaan farmasi terbesar di dunia berbasis di Amerika Serikat, negara yang merupakan lebih dari sepertiga pasar farmasi global, dengan penjualan tahunan 340 miliar dolar Amerika.

“Banyak obat-obat mereka hanya tersedia di negara-negara terkaya,” lanjut Scott. “Produk mereka yang paling efektif biasanya tidak dipasarkan atau tidak tersedia di Rest of The World, disebut sebagai R.O.W. (diterjemahkan sebagai negara-negara selebihnya).

“Kami bertujuan untuk mengubahnya dengan meluncurkan perusahaan farmasi OWP Pharmaceuticals dan yayasan nirlaba ROW Foundation. Mereka bersama-sama akan memberikan pengobatan disertai dengan misi. Untuk memulainya, fokus kami adalah membantu orang-orang yang menderita epilepsi. Kami mempunyai visi di masa depan ketika diagnosis yang efektif dan perawatan yang mengubah hidup akan tersedia untuk SEMUA orang, di SETIAP saat, di SELURUH dunia.”

OWP dan ROW

“OWP Pharmaceuticals (OWP) akan membuat obat untuk orang yang hidup dengan epilepsi,” Scott menjelaskan. “Obat generik bermerek kami akan menawarkan dosis dan kemampuan yang sangat konsisten dengan harga yang sangat terjangkau. Kami dapat mengurangi biaya sampai 90 persen dari versi obat yang dipatenkan dan masih tetap mendapatkan laba untuk menolong orang yang membutuhkannya.”

Hubungan simbiosis ini tidak lazim karena yayasan nirlaba ROW Foundation akan menjadi pemilik mayoritas OWP. Pengaturan ini memastikan bahwa sejumlah besar laba perusahaan akan masuk ke area yang kekurangan sumber daya dan bahwa OWP tidak akan dijual, sehingga bertentangan dengan misi pendiriannya.

Apakah Anda menangkap perbedaannya dengan “social enterprise”? Yayasan nirlaba tersebut adalah anjingnya, bukan ekornya.

Ini bukan hanya hal baru bagi Scott, melainkan juga hibrida baru dalam industri farmasi. “Social Entrepreneurship berekspansi dan berkembang di semua sektor masyarakat kita,” catat Grant Trahant, editor CauseArtist. “Saya yakin kita akan mulai melihat peralihan besar dari model bisnis tradisional abad ke-20 ke model bisnis SE (Social Entrepreneurship) baru yang telah bermanifestasi di abad ke-21.”

Trahant kemudian membuat daftar 18 “social entrepreneurs” dan perusahaan-perusahaan mereka untuk diamati selama tahun 2015. Namun “tidak semua sektor masyarakat kita” terwakili. Hanya satu SE (Social Entrepreneurship) yang bergerak di bidang pengobatan dan tidak ada satu pun yang berhubungan langsung dengan bidang farmasi. Scott bersama tiga orang pendiri lainnya di belakang OWP dan ROW akan mengubah itu. Mereka masing-masing memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidangnya masing-masing dan hasrat (passion) untuk membagi kemajuan di bidang medis dengan mereka yang kurang mampu.

Dari lebih dari 50 juta penderita epilepsi, 40 juta berada di daerah yang kekurangan sumber daya di dunia. Lebih dari 30 juta tidak memiliki akses ke pengobatan dasar atau pengobatan efektif yang sebenarnya sudah tersedia. Kami mendirikan“OWP & ROW Foundation” untuk mengatasi ketidaksetaraan ini.” Scott Boyer

Proyek Awal

“Sebagai bagian dari peluncuran kami, kami menggunakan kampanye Indiegogo untuk menyediakan peralatan EEG (Electro Encephalo Graphy)bagi masyarakat yang kekurangan sumber daya. EEG adalah peralatan paling penting untuk mendiagnosis epilepsi, yang dapat menentukan pilihan-pilihan pengobatan yang dapat dilakukan. Dengan bantuan International League Against Epilepsy (Liga Internasional Melawan Epilepsi), kami telah mengidentifikasi lima belas lokasi utama di mana EEG akan membuat perbedaan yang mengubah hidup ribuan orang.

“Ketidaksetaraan secara global dalam perawatan terhadap penderita epilepsi membukakan mata dan memilukan hati,” kata Scott. “Pengetahuan dan obat-obatan sudah tersedia untuk membawa harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi jutaan orang. Untuk mengatasi kesenjangan dan ketidakadilan inilah adalah alasan kami ada.

“Kami mendorong alumni Halftime untuk melihat video dan situs ROW Foundation Indiegogo Campaign kami,” Scott menyimpulkan. “Doa Anda untuk keberhasilan kampanye ROW Foundation dan peluncuran produknya di akhir tahun untuk OWP sangat dibutuhkan dan sangat kami hargai.”

Satu Perjalanan Iman

“Seperti yang dikatakan Martin Luther King; ‘Ambillah langkah pertama dalam iman. Anda tidak perlu melihat keseluruhan anak tangga, cukup ambil langkah pertama.’ Kutipan itu menyoroti persis posisi saya, saat saya dalam penerbangan ke Dallas pada bulan April 2014. Dengan dukungan dari orang-orang yang saya kenal, dan dukungan dari lebih banyak lagi dari orang-orang yang tidak saya kenal, demikian juga dukungan doa, maka saya mulai melangkah maju. Saya menyadari bahwa banyak pria dan wanita pergi ke Halftime Institute untuk menemukan fokus mereka, bagi saya itu semua tentang bagaimana memiliki iman untuk bergerak ke tujuan yang saya tidak ketahui dan bahwa Allah akan memelihara.”

Dua ayat Alkitab telah menjadi inspirasi dalam perjalanan ini untuk mengambil langkah iman.

Efesus 2:10 – Karena kita ini buatanAllah, diciptakandalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Yosua 1:9 – Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecutdan tawar hati,sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *