
“So never let me get too busy not to be still
Jika kita ingin tahu cara menyelesaikan hidup kita dengan baik, kita harus memutuskan apa yang benar-benar kita yakini tentang uang dan benda. Syukurlah, Yesus memberi kita satu cetak biru (blueprint) untuk diikuti, dan saya di sini untuk memberitahu Anda bahwa cetak biru itu bermanfaat. Haruskah kita terkejut dengan itu? Cetak biru Yesus juga bersifat menangkal budaya dan menentang keras hampir semua hal yang Anda dan saya lihat dan dengar setiap hari tentang seberapa banyakkah cukup itu.
Jadi, mari kita periksa Matius 6:24, ketika Yesus mulai memaparkan risalah yang indah dan menarik tentang uang dan melayani Dia, dan bagaimana uang (Mamon) dan melayani Tuhan berkaitan satu sama lain.
Ia memulai dengan mengatakan bahwa kita tidak bisa melayani Tuhan dan uang pada saat yang bersamaan. Dengan kata lain, kita tidak bisa memiliki dua tuan. Kita harus memilih. Jika kita dikendalikan oleh uang, kita akan selalu mempertimbangkan semua anjuran Tuhan untuk hidup kita dengan melihat berapa biaya yang harus kita keluarkan. Kita akan menggunakan spreadsheet dan melakukan beberapa analisis biaya-manfaat untuk melihat apakah mengikuti Tuhan ke dalam usaha ini atau itu masuk akal secara finansial. Jika tidak masuk akal, maka kita akan mengatakan tidak, dan ketika kita mengatakan tidak, kita mengonfirmasi siapa dan apa tuan kita. Kita akan kehilangan apa yang terbaik untuk kita karena kita tidak dapat melihat bagaimana usaha itu dapat berproses mulai dari posisi kita hari ini.
Izinkanlah saya memperjelasnya: Rencana lima tahun Tuhan mungkin sangat berbeda dari rencana Anda dan saya. Bagi kita, jika kita berpikir bahwa kita mengetahui rencana itu seutuhnya, yah, namanya sombong. Saya dapat menceritakan bahwa dulu rencana lima tahun saya tidak termasuk menjalankan nirlaba di sini di Dallas, Texas. Saya bersyukur setiap hari atas rencana Tuhan, karena hari-hari ini adalah hari-hari terbaik dalam hidup saya dan saya tidak melihatnya sama sekali. Ketika tiba saatnya untuk membuat keputusan tentang peranan ini, jika saya melakukan analisis seperti yang selalu saya lakukan, saya pasti akan meninggalkan pekerjaan yang menjadi “takdir” saya ini, misi saya dalam hidup.
Setelah Yesus membuat pernyataan berani tentang melayani Tuhan dan uang, Ia melanjutkan dengan menjelaskan tentang ekonomi Tuhan dan cara kerjanya. Ini adalah pelajaran ekonomi yang kita semua harus ikuti, karena jika kita benar-benar memahami materinya, hal itu akan menghilangkan banyak stres dari hidup kita dan memungkinkan kita untuk dapat mendengar suara Tuhan secara berbeda jika Tuhan berbicara kepada kita tentang kelanjutannya. Tapi bersiaplah: Pelajaran ini memiliki beberapa ujian yang sangat sulit, dan untuk dapat “lulus” bukanlah hal yang mudah.
Intinya, Yesus mengatakan mulai dari ayat 25, “Janganlah kuatir.” Dan, kemudian (terjemahan penulis), “Menurut kamu, kamu sedang berbicara dengan siapa? Aku memberi makan burung-burung di udara dan memberi pakaian pada bunga bakung di padang.”
Wah. Itu semua adalah pernyataan yang luar biasa, bukan? Tidak ada seorang pun dalam sejarah yang pernah bisa membuat klaim seperti itu. Tapi kemudian, Ia melanjutkan: “Dan, Aku mengasihimu lebih dari mereka.” Betapa senangnya mendengar hal ini dari Yesus! Ia mengasihi kita lebih dari hal-hal lain yang Ia ciptakan, dan ciptaan lainnya itu tidak pernah menginginkan apa pun.
Kemudian, Ia menuntaskannya, “Jadi, apa yang kamu kuatirkan?” Satu pertanyaan bagus untuk kita renungkan dan pikirkan sejenak. Apa yang kita kuatirkan? Saya sejujurnya dapat memberi tahu Anda bahwa saya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkuatirkan segala sesuatu. Bagi Anda dan saya, kekuatiran itu hanya akan berhenti ketika kita percaya bahwa Tuhan mengetahuinya, bahwa Dia melihat kita dan situasi kita, bahwa Dia mengasihi kita seperti seorang ayah dan akan selalu menyediakan apa yang kita butuhkan.
Jika entah bagaimana, pelajaran ekonomi ini bisa masuk jauh ke dalam jiwa dan DNA kita, itu akan sangat mengubah kita. Ketika kita bertanya kepada Tuhan bagaimana menyelesaikan suatu hal dengan baik dan Dia memberi tahu kita, kita akan mendengarkan dengan telinga secara berbeda, karena itu adalah panggilan (calling) Tuhan kita, untuk melakukan pekerjaan penting.