Menu Close

ARTIKEL 55: Tanya & Jawab: Bagaimana Kita Dapat Mendengarkan Tuhan pada Musim Halftime

Mendengarkan Tuhan dalam perjalanan Halftime kita adalah kuncinya. Memiliki konfirmasi bahwa kita sedang menuju ke arah yang benar memberi kita kedamaian dan keberanian.

Dalam rubrik Tanya Jawab ini, saya akan membagikan beberapa kisah saya dan beberapa pengamatan-pengamatan yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun tentang mendengarkan Tuhan. Harapan saya hal itu beresonansi dan terbukti bermanfaat bagi Anda dalam perjalanan Anda. Jika Anda ingin melanjutkan percakapan tentang perjalanan Halftime Anda, dan bagaimana tim kami dapat membantu, jangan ragu untuk menghubungi kami: info@halftime-indonesia.or.id

Mengapa Kita Ingin dan Perlu Mendengarkan Tuhan Selama Menjalani Transisi Kehidupan?

Saya belajar 25 tahun yang lalu bahwa tidak ada hal lain seperti perubahan besar dalam hidup yang membuat Anda bertekuk lutut untuk berdoa. Putri pertama saya, Kelsey, lahir saat saya sedang studi untuk mendapatkan gelar doktor. Ketika dia berusia enam minggu, saya sudah sangat kelelahan dan hampir putus asa. Dia bayi yang selalu menangis, yang artinya, satu-satunya saat dia tidak menangis adalah ketika dia sedang tidur. Saya hampir tidak punya waktu di siang hari untuk mandi—apalagi mengerjakan studi saya. Saya ingat suatu hari saya ambruk di sofa dan berseru kepada Allah. Di sofa, saya membuat kesepakatan dengan-Nya. Saya berjanji begitu Kelsey tidur siang, saya akan mendahulukan waktu tenang (quiet time) bersama Tuhan. Setiap waktu yang tersedia sebelum Kelsey bangun, akan saya gunakan untuk tugas-tugas studi saya. Setiap hari, saya berjanji untuk memberikan waktu saya yang paling berharga kepada-Nya. Allah memberkati komitmen saya dengan luar biasa dan saya menyelesaikan gelar doktor saya dengan rekor waktu. Sementara sebagian besar mahasiswa doktoral membutuhkan 7 tahun untuk menyelesaikannya, saya selesai dalam 4 tahun, meskipun saya memprioritaskan waktu bersama Tuhan dan keluarga, di atas komitmen saya untuk mendapatkan Ph.D. Sejak hari itu, saya tahu Tuhan ingin saya menjadikan Dia yang prioritas teratas dalam hidup saya. Saya telah mengikuti rencana ini selama 25 tahun terakhir dan saya telah melihat lebih banyak mujizat daripada yang dapat saya hitung atau jabarkan. Saya tidak hanya perlu mendengarkan Tuhan setiap hari, tetapi karena apa yang telah Dia lakukan dalam hidup saya, saya mendambakannya. Saya menginginkan bimbingan dan hikmat-Nya setiap hari … di masa tenang dan di masa transisi

Seperti apa rasanya saat Anda menjalani perjalanan HalftimeAnda? Apa yang Anda lakukan untuk mencoba mendengarkanAllah?

Sekali lagi, transisi dalam hidup mendorong saya ke dalam perjalanan Halftime saya. Kedua putri saya akhirnya kuliah dan itu luar biasa. Keith dan saya bisa melakukan apa pun yang kami inginkan karena jadwal kami berpusar di sekitar kami lagi. Menjadi orangtua yang anak-anaknya sudah tidak tinggal di rumah lagi, menyenangkan, kecuali fakta bahwa saya merasa ingin melakukan sesuatu yang signifikan. Saya merasa Allah telah memberkati saya dengan begitu luar biasa di paruh pertama saya sehingga saya berkeinginan untuk melakukan sesuatu, untuk balas memberi … yang membuat dampak bagi Kerajaan. Saya berdoa tentang hal ini terus-menerus, bertanya kepada Allah, “Apa yang Engkau ingin saya lakukan?” Saya tahu Tuhan memiliki rencana untuk saya (Efesus 2: 10), tetapi untuk kehidupan saya, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Sama seperti yang saya lakukan 25 tahun yang lalu ketika saya berjanji untuk memberikan waktu saya yang paling berharga kepada Allah, saya terus pergi kepada-Nya setiap hari. Setelah 8 bulan berdoa, mewawancarai, dan bahkan “memberi Allah beberapa saran bagus” tentang apa yang bisa saya lakukan, saya masih tidak punya petunjuk kemana Ia memimpin saya. Meskipun Allah tampaknya diam tentang apa yang harus saya lakukan, saya percaya bahwa Ia akan memindahkan saya ke tempat yang Ia inginkan ketika waktunya tepat. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk melihat-lihat sekeliling dan mencari tahu di mana saya bisa menjadi sukarelawan, berpikir setidaknya saya bisa melakukan sesuatu untuk membantu seseorang sementara saya menunggu suara Tuhan. Saya mulai menjadi sukarelawan di sekolah untuk anak-anak kurang mampu, yang semuanya hidup di bawah garis kemiskinan. Sekarang ketika saya melihat ke belakang, saya melihat ini adalah langkah pertama Allah untuk mempersiapkan saya untuk pekerjaan saya yang tepat.

Bagaimana kita tahu itu adalah suara-Nya?

Kunci untuk mendengarkan Allah adalah menghabiskan waktu bersama-Nya sehingga Anda mengenali suara-Nya. Ketika suami saya menelepon saya, saya tidak perlu bertanya, “Siapa ini?” Saya telah menghabiskan begitu banyak waktu bersamanya sehingga saya langsung mengenalinya.

Doa adalah cara yang ampuh untuk mengenal suara Tuhan. Sederhananya, doa adalah waktu yang dipergunakan untuk mendengarkan Allah berbicara dan mengatakan kepada-Nya apa yang ada di dalam hati kita.

Kita juga mengenal suara-Nya jika kita akrab dengan Alkitab. Dia berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, dan kita dapat membandingkannya dengan pengalaman kita dengan apa yang kita baca dalam Alkitab, untuk memastikan apakah memang benar Allah yang bertindak dalam hidup kita. Saya suka membaca Alkitab dengan secarik kertas di tangan saya. Saya menulis ayat-ayat yang menarik perhatian saya—saya menyebutnya ayat lampu neon saya yang berkedip-kedip. Saya bertanya, “Tuhan, apa yang Engkau hendak katakan kepada saya/ajarkan saya dari ayat hari ini?” Saya kemudian menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran. Jika ada sesuatu dalam pikiran yang tidak sejalan dengan Kitab Suci, maka saya tahu itu bukanlah dari Allah.

Bagaimana saya bisa tetap fokus sehingga saya bisa mendengarkanAllah?

Di awal-awal saya mulai bersaat teduh, pikiran saya biasanya berpacu dengan hal-hal yang saya khawatirkan, pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada Allah, hal-hal yang saya membutuhkan hikmat, dan lain-lain. Saya cukup membuat daftar hal-hal tersebut di jurnal saya. Dengan menuliskannya saja sudah membuat saya tenang. Itu mengingatkan saya bahwa saya tidak harus terus memikirkannya karena saya telah menyerahkannya kepada Tuhan. Kemudian, saya melakukan pembacaan Alkitab saya. Cukup sering, satu ayat Alkitab akan seperti lampu neon yang berkedip-kedip menjawab satu atau lebih kekhawatiran dalam daftar saya.

Adakalanya, saya memerlukan bimbingan dalam masalah yang serius, jadi saya meminta Allah untuk mengonfirmasi lagi apa yang saya pikir sudah Dia katakan kepada saya. Saya masih tetap membaca Firman-Nya setiap hari. Saya masih mendengarkan jawaban-Nya. Tetapi saya juga sangat waspada, dan mencari konfirmasi lagi dari dua sumber lain (seperti teman-teman Kristen yang bijak—Amsal 11:14 — Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatanada.)

Bagaimana seorang Coachmembantu Anda mendengarkan Allahselama transisi kehidupan?

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk datang kepada Allah setiap hari dan mendengarkan bimbingan-Nya, tetapi coach saya meminta saya untuk memberitahu apa yang saya rasa Allah katakan kepada saya. Kadang-kadang, saat saya mengatakan apa yang saya dengar, hal itu menjadi lebih jelas. Coach Kristen saya juga merupakan sumber nasihat bijak lainnya.

Ingat, Allah ingin berbicara kepada Anda. Dia ingin menjalin hubungan dengan Anda. Jadi, saat Anda mendengarkan Dia, lakukanlah dengan keyakinan bahwa Dia senang menyatakan diri-Nya kepada anak-anak-Nya. Musim Halftime, seperti banyak musim transisi lainnya, bisa penuh dengan kebingungan dan banyak jalan memutar yang tak terduga, di jalur yang kita pikir kita sudah di jalan yang benar. Mendengarkan Allah adalah bagian penting dari perjalanan Halftime yang sukses. Kami di sini untuk membantu, jadi jangan ragu untuk menghubungi kami: info@halftime-indonesia.or.id Tidak ada yang memberi saya lebih banyak kegembiraan daripada melihat mata para Halftimer yang mencari Allah dan mendengar dari-Nya tentang siapa mereka dan apa yang telah Dia sediakan untuk mereka!

Jika Anda ingin melakukan percakapan, cukup isi formulir di Menu “Contact Us” Website ini, dan tim kami akan segera menghubungi Anda.

Saat Anda mendengarkan Allah, semoga Anda terpesona oleh kasih-Nya bagi Anda dan kesetiaan-Nya yang menakjubkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *