“So never let me get too busy not to be still
Keep me humble, mould my will
That I may follow You and serve You with all I am
That I may be useful to Your plan”
“Jadi janganlah biarkan saya terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk berdiam diri.
Buatlah saya tetap rendah hati, bentuklah keinginan saya
Agar saya mengikuti-Mu dan melayani-Mu dengan segenap diri saya
Agar saya berguna untuk rencana-Mu”
—Kutipan dari In the Stillness karya Katy Kauffman
Halftime tidak bisa menjadi tempat yang bising. Sementara paruh pertama mungkin tempat yang bising, sibuk, dan hampir panik, paruh kedua mengharuskan kita menyisihkan waktu untuk mengalami keajaiban dan keheningan dari kesendirian. Hanya dengan demikianlah kita paling dapat mendengar suara Tuhan yang sayu.